Arsip untuk Diskusi Forum

cari ndiri jual ndiri

pagi tadi, setelah bangun tidur (sudah minum kopi juga), disalah satu stasiun televisi dalam acara jalan jalan, ditayangkan sebuah perjalanan pemulung, lebih modern sih (ga tau tuh itungnya bgmn – rugi ga sih), jadi nyari barang bekas, tapi naik mobil pick up, sekeluarga, jadi seperti picnic aja (enak kali). Mereka melengkapi mobilnya dengan pengeras suara yang dipasangkan di atas body mobil, jadi keluar kampung masuk kampung, keluar desa masuk desa, keluar kecamatan masuk kecamatan, keluar kota masuk kota. Sambil berkeliling si anak berseru seru lewat mikropon menginformasikan kalau sedang cari rongsok (barang bekas), sedang si bapak tugasnya menyupir, si ibu bertugas jadi kasir sekalian administrasi (semua pembelian dicatat), si kakak atau pegawai kali ya (- ga jelas-) tugasnya menimbang, wow kompak banget, lengkap sudah perangkatnya. Mereka mencari barang bekas dari pagi ampe sore (- mungkin dah ada jam kerjanya kale-), setelah dianggap cukup mereka balik pulang ke rumah mereka (- ato lbh cocok disebut gudang ya-). Setelah dirasa cukup banyak, mereka setorkan ke oabrik2 untuk di daur ulang.

Dari cerita tadi, bisa ditarik benang merahnya:

  • Bisnis (- dalam melaksanakan kerja -) apapun perlu pembagian kerja yang jelas. mungkin di Management modern di sebut Job Description
  • Perlu pencatatan yang akurat dan rapi, yang dipergunakan untuk penghitungan rugi laba aktifitas bisnis yang dilakukan, juga sebagai sarana inventory control, yang bermanfaat untuk proses perbaikan (Plan-Do-Check-Action)
  • Bisnis barang bekas, adalah menunjang kelestarian dan kebersihan lingkungan karena dilakukan daur ulang dr barang2 yg seharusnya jadi sampah.
  • Bisnis yang dipandang rendah, belum tentu tidak menguntungkan, ini terbukti dari peralatan operasional yang dipakai sudah setaraf pabrikan (pakai mobil boo, bukan beca ato spd onthel), tapi biaya masih tercover, jadi margin ok dong.
  • Kalau usaha, harus ada kemauan dan keberanian.

Komentar bertahan »

rotanku malang

Kadang saya melamunkan kejayaan rotan masa lalu, kapan bisa kembali rotanku yang kini hilang. Tragisnya yang bukan penghasil rotan malah berjaya dalam bisnis ini, adakah yang salah dari ini semua ???

Komentar bertahan »